Selasa, 24 Januari 2012

Tak Berlaku Di Sini


Tak Berlaku Di Sini 

Adi Putra Jaya



Ombak berderu di antara buih buih lautan
Pasir-pasir kesepian menari atas nama Tuhan
Lentera hitam temani gelap sudut malam
Redup cahaya tampak antara kegelapan.

Anggrek layu di atas kelopak mawar
Saat semua pembantaian mulai dilakukan
Diskusi kosong mulai dilontarkan
Antara kritikan dan tanpa masukan
Antara kecemasan dan kegalauan

Gelisah bukan berarti harus menyerah
Mati bukan berarti tidak berarti
Sebab dunia perlu bukti
Bukan untuk di caci maki

Surya upuk barat tak adalagi
Sebab sore tadi hujan turun lebat sekali
Dunia terasa lambab dan pilu
Ditemani ilalang tanah sahdu

Tak ada permainan di sini
Yang ada keseriusan yang menuntun untuk pergi
Sebab seni tak berlaku untuk pagi
Karna ada secangkir kopi yang menemani
Sampai datang cahaya mentari

Rabu, 18 Januari 2012

Kita Tak Mengerti Hal Itu


Kita Tak Mengerti Hal Itu
Adi putra jaya

Keresahan jiwa mati ketika kita ingat akan kejujuran,
Kegelisahan awan tampak
Ketika ia melihat bulan terbit Saat malam datang,
Apalagi sang upuk,
Berkobar atas nama keabadian sang siang,

Tak terasa memang cahaya sang citah,
Berada diatas Kegelisahan sang pelangi hujan panas,
Terompet sang camar pun terdengar
Di antara celah celah kicawan sang murai,...

Di mana kau berada???,
Apakah kau di antara sang upuk
Atau berada antara sang embun yang hiasi malam ini,
Sebab kita tak tahu tentang itu,...
Karena kita tak mengerti
Makna dari kehidupan,....

Tak Tampak Cinta Di Sini


Tak  Tampak  Cinta Di  Sini

­­­­Adi putra jaya


Ukiran kenangan akan ku jadikan hiasan
Lukisan pengalaman akan ku jadikan perhiasan
Lentera cahaya kearifan akan ku kenang kenang
Senja upuk tanah merah, akan kulukiskan dengan warna putih,..

Keabadian memang bodoh,
Tak tahu ujung pangkalnya, tak tahu awal akhirnya,..
Tak tahu datang perginya,
Begitu juga kenangan yang menghabiskan banyak massa demi cinta,
Menghabiskan waktu demi rindu,
Memenuhkan pikiran dengan harapan,..

Cinta memang tak tampak,,
Tak tahu kemana ia akan pergi,
Cinta memang tak ada di sini, tapi belum tahu ada di mana,...
Cebab cinta tak tahu kemana ia akan pergi,
Apakah dari hati, atau dari mata,..
Sebab itu adalah rahasianya,..
Rahasia sang Pencipta,... juga rahasia pengagum makna cinta,
Maka dari itu tersenyumlah para pengagum cinta,....
Sebab cinta tak tampak di sini,....

Apa Ini, Aku Tak Mengerti


Apa Ini, Aku Tak Mengerti
adi putra jaya


Selaras hati jadi kunci dalam rindu
Dalam kasih,
Dalam sayang,
Dalam harap dalam cemas
 Serpihan cinta tergulai melebur dalam rasa,
 Dalam gelisah maupun dalam tenang

 Tergores rindu suka maupun duka,….
 Tak terasa alam jadi saksi bisu kegelisahan, kemunafikan, dan kebodohan.

 Ada makna cinta yang berbeda di sana,
Mungkin karna kearifan atau karna keikhlasan,

Aku tak tahu itu,
Sebab aku tak melihat nya,
Melihat dengan rasa maupun perasaan,
Sebab mata hati ku buta,
Telinga cinta ku tuli,
Rasa perasaan ku teracuni,
Oleh semerbak wangi kasturi keabadian,
 Yang di tanam di atas laman Persahabatan.

Rabu, 16 November 2011

Serpihan Hati Yang Menunggu


Enam tahun sudah ku menunggu
Terhempas, terombang ambing oleh sudut dinding yang tak bertiang
Tergantung tak bertali
Cahaya pajar mulai redup
Matahari mulai kabur
Bulan tak lagi bersuara yang lantang
Menunggu datang nya keajaiban
Pasang surut airlaut tak lagi menghasilkan buih
Pasir-pasir putih tak lagi menghasilkan kilatan
Dimana diriku sebenarnya….
Apakah diriku mengawang di angkasa….
Ku tak tahu dimana aku berada…..
Apakah masih ada sedikit cahaya yang menyinari kegelapan
Atau redup dalam sinar
Waktu terus berlalu
Aku pun masih tergantung
Bersandar tanpa tiang


Akankah aku hidup seperti ini tuk selamanya
Atau terus menunggu sampai sang pajar menjemput siang
Tapi tekat ku tak boleh goyah
Meski ku bersandar di tiang atau tergantung tak bertali
Tapi ku tau masih ada awang-awang
Yang menemaniku sampai ku temui sang pajar
Yang memberi harapan hidup
Tuk bunga yang telah lama layu………